Beberapa nasabah lain mengaku kejadian ini sangat mengganggu aktivitas mereka. Betapa tidak, beberapa di antaranya ada yang sedang membutuhkan uang mendesak untuk keperluan maupun membayar tagihan.
"Saldo saya hilang Rp1,5 juta. Itu buat bayar tagihan listrik dan keperluan sehari-hari. Pas saya mau ambil kok saldo saya kosong. Benar-benar ludes, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya," kata Nila, warga Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan.
Bukan hanya jutaan rupiah, sebagian nasabah bahkan ada yang kehilangan belasan, hingga ratusan juta. Seorang nasabah bernama Amirudin mengaku kehilangan uang perusahaannya Rp200 juta. Dia tampak yang paling melayangkan protes keras karena uang itu untuk membayarkan gaji anak buahnya.
"Saya ini semalam habis transaksi masih ada saldo. Subuhnya saya mau transfer ke orang tapi nggak bisa, katanya saldo tidak cukup. Pas saya cek ternyata saldo saya habis," ujar Amirudin.
Pantauan saat ini, nasabah terus berdatangan mempertanyakan kejelasan saldo mereka. Mulai dari kalangan masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, ormas bahkan sampai ojek online pun menjadi korban.
"Saya kehilangan Rp17 juta saldo saya. Saya sadarnya pas pagi-pagi mau cek saldo kok uang saya berkurang. Ini saya lagi mau minta kejelasan," tutur Kasi Ops Basarnas Balikpapan Octavianto.
Informasi yang dihimpun, terjadi gangguan pada sistem Bank Mandiri secara nasional sehingga membuat sejumlah nasabah ada yang berkurang saldo, bahkan bertambah. Namun, sampai sejauh ini untuk transaksi masih belum bisa dilakukan hingga proses recovery selesai.
Editor: Donald Karouw