38 Nama Rumah Adat di Indonesia, Bukti Kekayaan Budaya dan Adat Istiadat
13. Rumah Adat Panggung Kajang Leko (Jambi)
Rumah Panggung Kajang Lako merupakan rumah adat yang ada di wilayah Jambi. Rumah ini masih mempertahankan corak tradisional turun temurun nenek moyang Jambi baik luar maupun dalam. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga dibangun dengan mempertimbangkan fungsi sosial budaya masyarakat Jambi.
14. Rumah Adat Nuwo Sesat (Lampung)
Nuwo Sesat, rumah tradisional asal Provinsi Lampung ini berfungsi sebagai tempat pertemuan adat untuk pepung adat (Musyawarah) bagi purwatin (Penyimbang). Juga dikenal sebagai Balai Agung, bagian-bagian rumah ini meliputi Anjungan (serambi untuk pertemuan kecil), Pusiban (ruang musyawarah resmi), Tetabuhan (ruangan untuk alat musik tradisional), ruang gajah merem (tempat istirahat penyimbang), dan ijan geladak (tangga masuk dengan atap). Atap rumah adat ini disebut rurung agung.
15. Rumah Adat Limas (Sumatera Selatan)
Rumah adat ini mempunyai gaya rumah panggung, yang mana perbedaan antara rumah panggung ini dengan rumah panggung lainnya terletak pada arsiteknya. Rumah adat Limas memiliki arsitektur yang sederhana dengan luas yang tidak terlalu besar serta memiliki teras-teras kecil di bagian depan dan samping.
16. Rumah Adat Baduy (Banten)
Rumah Adat Badui adalah rumah adat suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten yang biasa dikenal dengan nama Julang Ngapak. Bentuknya menyerupai rumah panggung dan terbuat dari bambu. Rumah adat ini mencerminkan kesederhanaan masyarakatnya serta mempunyai fungsi perlindungan dan kenyamanan.
17. Rumah Adat Kebaya (DKI Jakarta)
Rumah Kebaya merupakan rumah adat suku Betawi dinamakan demikian karena bentuk atapnya yang menyerupai lipatan kebaya jika dilihat dari samping. Fakta menarik lainnya adalah rumah ini terbagi menjadi dua bagian fungsional yang berbeda.