Sejarah Berdirinya Lion Air, Maskapai dengan Banyak Anak Perusahaan
Selain tentang sanksi yang diberikan kepada Lion Air. Maskapai ini pun beberapa kali pernah mengalami insiden kecelakaan. Salah satu kecelakaan Lion Air yang membekas, yaitu Kecelakaan Lion Air JT 610.
Pada 29 Oktober 2018, Lion Air penerbanagn JT 610 mengalamai kecelakaan. Pesawat Jakarta ke Pangkal Pinang itu jatuh setelah 13 menit mengudara. Dalam kecelakaan ini, 189 orang tewas. Kejadian tragis ini menyita banyak perhatian publik.
Mendirikan Anak Perusahaan
Demi memenuhi kebutuhan pelanggan, Lion Air mendirikan maskapai penerbangan jarak jauh dengan nama Batik Air. Batik Air mulai beroperasi sejak 3 Mei 2016. Batik Air mengusung konsep pelayanan penerbangan full services.
Lalu, pada 11 September 2012, Lion Air dan National Aerospace & Defence Industries Sdn Bhd (Nadi) berencana mendirikan maskapai penerbangan Malaysia dengan nama Malindo Airways. Malindo Airways Sdn Bhd berdiri tahun 2013. Dengan konsep penerbangan yang serupa dengan Batik Air, maskapai ini menyediakan penerbangan domestik dan Internasional.
Selain dalam bidang transportasi udara, Lion Air memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman paket dan dokumen, bernama Lion Parcel. Lion Parcel beroperasi sejak 2014. Usaha ini didukung oleh armada pesawat dan frekuensi terbang yang padat, memberikan pelayanan pengiriman paket dan dokumen.
Tak hanya menyediakan jasa pengiriman paket dan dokumen, Lion Air juga memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang food and beverage. Lion Boga, anak perusahaan yang bergerak dalam bidang food and beverage mendistribusikan makanana ke dalam maskapai di bawah naungan Lion Air. Lion Boga tercipta dengan maksud untuk mengurangi ketergangungan pemasok makanan dan minuman yang dihidangkan dalam pesawat.
Nah inilah sejarah berdirinya Lion Air dan info seputar Lion Air yang iNews.id kumpulkan dari berbagai sumber.
Editor: Donald Karouw