Kisah Sejoli Lulusan UI dan Unair, Kini Sukses Jadi Petani Buah di Palangka Raya
Pria angkatan 2015 di Universitas Indonesia (UI) itu mengungkapkan, pada tahun 2021 mulai mengembangkan buah semangka, setelah sebelumnya menanam buah jenis jeruk pontianak.
"Selain mengembangkan buah semangka dan jeruk pontianak, produk pertanian kami yang lain yakni seperti kelengkeng, kelapa hibrida dan sebagainya. Namun secara operasional sudah bisa mengembalikan modal awal hanya dari buah semangka dan jeruk pontianak," kata pria kelahiran Tembilahan, Indragiri Hilir, Provinsi Riau tersebut.
Dia mengaku banyak tantangan yang dihadapi dalam menjalankan peran tersebut, hingga harus rela 'banting setir' dari Program Studi Jawa, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia hingga menjadi seorang petani muda yang mampu mengasilkan 'cuan' hasil dari kerja kerasnya bersama istri. Bahkan hasil usahanya kini mampu membantu menyekolahkan adik-adiknya hingga menopang perekonomian keluarga.
Akbar yang pernah menerima beasiswa Bidikmisi sampai dengan kelulusannya di tahun 2019 itu mengatakan, pada tahun 2021 lahan yang tersedia milik almarhum mertuanya hanya sebesar 3 hektare. Sekarang tahun 2023 ini sudah ada 7 hektare lebih untuk pengambangan buah lainnya.
Selanjutnya, untuk saat ini luasan 7 hektare khusus untuk tanaman semangka, 4 hektare untuk jeruk pontianak. Pria lulusan SMAN 1 Cibadak Sukabumi, Jawa Barat itu mengatakan, untuk penghasilan bersih bervariatif tergantung tonase hasil panen dengan harga pasar.