Sejarah Banjarmasin, Kampung Orang Melayu di Kalimantan yang Diislamkan Kerajaan Demak
Sejak itu terbentuklah kerajaan Banjar. Pangeran Samudera kemudian menaklukkan Muara Bahan dan kerajaan kecil lainnya serta jalur-jalur sungai sebagai pusat perdagangan pada waktu itu.
Kemajuan kerajaan Banjar ini tentu saja mengusik kekuasaan Pangeran Tumenggung, raja Daha yang juga Paman dari Pangeran Samudera. Lalu terjadi penyerbuan dan peperangan yang berlarut-larut.
Perang ini membuat Pangeran Samudera terdesak, dan meminta Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Nusantara. Demak bersedia membantu kerajaan Banjar, dengan syarat raja dan rakyatnya masuk Islam. Pengeran Samudera menyetujui hal tersebut.
Tentara Demak datang bersama Khatib Dayan yang kemudian mengislamkan rakyat Banjar. Sejak itu Pangeran Samudera berganti nama menjadi Sultan Suriansyah. Lalu dengan bantuan Demak, Banjar menyerbu Daha dan mengalahkan kerajaan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Desember 1526, sehingga tanggal tersebut dijadikan sebagai momen memperingati Hari kemenangan Pangeran Samudera, dan cikal bakal Kerajaan Islam Banjar.
Hari Jadi Kota Banjarmasih sebagai ibukota kerajaan baru yang menguasai sungai dan daratan Kalimantan Selatan. Sampai dengan tahun 1664 surat-surat dari Belanda ke Indonesia untuk kerajaan Banjarmasin masih menyebut Kerajaan Banjarmasin dalam ucapan Belanda 'Bandzermash'.
Setelah tahun 1664 sebutan itu berubah menjadi Bandjarmassin, dan pertengahan abad-19, sejak zaman Jepang kembali disebut Bandjarmasin atau dalam ejaan baru bahas Indonesia menjadi Banjarmasin.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal