Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tok! Kakek Pemerkosa 5 Bocah di NTT Divonis 18 Tahun Penjara
Advertisement . Scroll to see content

Polres Banjar Rekonstruksi Kasus Bocah Dibunuh dan Diperkosa Sepupu, Mayatnya di Mutilasi

Rabu, 18 Mei 2022 - 18:25:00 WIB
Polres Banjar Rekonstruksi Kasus Bocah Dibunuh dan Diperkosa Sepupu, Mayatnya di Mutilasi
Polres Banjar saat rekonstruksi pembunuhan dan pemerkosaan bocah 10 tahun dengan tersangka saudara sepupu. (Foto: Humas Polri)
Advertisement . Scroll to see content

Selanjutnya pada Rabu (13/4/2022) pukul 11.30 WITA atau hampir tiga pekan kemudian, saksi atas nama Arifin menemukan tengkorak manusia di kebun karet dan kemiri daerah dusun setempat.

"Saksi lalu melapor ke Polsek Belimbing Sungai Pinang dan Polres Banjar untuk ditindak lanjuti," katanya.

Hasil penyelidikan terungkap tengkorak tersebut merupakan bocah PWU yang hilang. Lalu dikembangkan hingga menangkap pelaku pembunuhan yakni RP, tetangga sekaligus saudara sepupu korban.

Selanjutnya pelaku diamankan di Polres Banjar guna proses hukum lebih lanjut. Dia dijerat dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Diketahui, korban PWU tewas dibunuh tersangka RF dengan cara dicekik dalam rumah. Korban yang telah lemas dan tidak bernapas lalu disetubuhi tersangka.

Usai melakukan aksi bejatnya, tersangka yang juga dendam dengan orang tua korban kemudian memutilasinya. Dia memasukkan jasad korban ke dalam karung dan dibawa ke kebun untuk selanjutnya dipisahkan dengan bagian tubuh yang lain lalu dibuangnya.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang, satu unit motor Yamaha Jupiter Z warna biru dan selembar celana pendek warna hitam.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut