Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Advertisement . Scroll to see content

Perusakan Tempat Ibadah Ahmadiyah, Ini 4 Pernyataan Sikap MUI dan Ormas Islam Kalbar

Kamis, 09 September 2021 - 15:15:00 WIB
Perusakan Tempat Ibadah Ahmadiyah, Ini 4 Pernyataan Sikap MUI dan Ormas Islam Kalbar
Pernyataan sikap MUI dan Ormas Islam Kalimantan Barat terkait perusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Sintang, Kamis (9/9/2021). (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

PONTIANAK, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat (Kalbar) beserta ormas Islam Muhammadiyah dan NU mengeluarkan pernyataan sikap terkait perusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Sintang. Pernyataan sikap tersebut juga mengikutsertakan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

"Pernyataan bersama yang kami keluarkan terkait kejadian 3 September 2021 terhadap JAI Sintang adalah respons dari masalah yang ada tersebut. Ada empat poin yang disampaikan," ujar Ketua MUI Kalbar, M Basri Har di Pontianak, Kamis (9/9/2021).

Empat poin pernyataan bersama tersebut, pertama, aliran Ahmadiyah di luar Islam adalah sesat dan menyesatkan karena tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. 

"Untuk itu mengimbau dan mengajak semua pihak merangkul JAI kembali kepada Islam yang benar atau lurus melalui proses pembinaan, dakwah persuasif dan damai tanpa kekerasan," tuturnya.

Kedua, tidak setuju penanganan Ahmadiyah di Kabupaten Sintang dengan cara-cara kekerasan dan perusakan. Ketiga, mempercayakan dan mendukung pemerintah daerah dan Polda Kalbar serta pihak-pihak yang berwenang dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut