Misteri Hutan di Pedalaman Kalimantan, Salah Bicara Bisa Tersesat dan Hilang
Anton adalah Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Genting Tanah. Badri David yang juga bertugas merawat hutan mengingatkan hal yang sama tentang pantangan selama berada di dalam hutan.
"Intinya kita dilarang berbicara yang macam-macam. Misalnya merasa lebih jago, lebih hebat atau berbicara kasar lainnya. Karena setiap hutan ada penghuninya,” kata pria yang biasa disapa Pak Map.
Pak Map menyebutkan, penghuni hutan yang dimaksud adalah penghuni gaib. Jika marah karena ucapan seseorang, penghuni gaib hutan tersebut bisa bikin tersesat dan tak tahu jalan pulang.
“Setiap hutan ada aturannya yang harus ditaati. Jangan berbicara kasar, jangan merusak hutan, jangan mengambil sesuatu secara berlebihan,” kata Pak Map.
Dia menceritakan, pernah ada warga yang tersesat karena mencoba menebang pohon di hutan tersebut. Beruntung warga tersebut membawa mesin pemotong pohon.