Kurangi Impor Listrik dari Malaysia, PLTU Kapasitas 100 MW Beroperasi di Kalbar
PONTIANAK, iNews.id - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalbar-1 unit dua di Kabupaten Bengkayang mulai beroperasi. PLTU berkapasitas 100 Megawatt (MW) ini bisa menekan impor listrik dari Malaysia yang selama ini dipasok oleh Sesco.
"Beroperasinya tambahan unit dari PLTU ini akan menurunkan volume pembelian listrik dari Sesco Malaysia sekitar 30 persen," ujar Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Wiluyo Kusdwiharto di Pontianak, Minggu (2/5/2021).
Dia menjelaskan, Sistem Khatulistiwa saat ini memiliki kemampuan memasok sebesar 492 MW dengan beban puncak sebesar 398 MW. Dengan tambahan pasokan daya listrik dari PLTU Kalbar-1 ini, daya pasok akan meningkat hingga 672 MW. Sedangkan cadangan daya mencapai 274 MW.
"Dengan pasokan listrik yang cukup, sistem kelistrikan Khatulistiwa akan semakin andal dan mandiri, kondisi ini tentunya akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, khususnya di Kalbar," ujarnya.
Dia mengatakan, unit satu pembangkit Independent Power Producer (IPP) ini sebelumnya telah berhasil terhubung ke Sistem Khatulistiwa pada 29 Desember 2020.