Jadi Korban Penganiayaan, Jari Tangan Jurnalis di Bengkayang Putus Digigit Pelaku
Kurnadi menceritakan, awalnya dia sempat menegur dan memperingati agar pemilik kafe tidak melakukan keributan yang mengganggu tetangga sekitar. Namun teguran tersebut tidak diindahkan.
"Sebelum jam 12 malam saya ada menegur pemilik kafe minta untuk tidak memutar musik keras-keras karena mengganggu warga sekitar termasuk kami. Kebetulan rumah kami tidak jauh dari kafe tersebut. Saya juga ingatkan agar mereka tidak membuka kafe lewat dari jam 12 malam dan itu sangat mengganggu, apalagi dengan musik-musik yang nyaring," ujar Kurnadi.
Setelah memberikan teguran langsung, dia kembali pulang ke rumah. Namun sekitar pukul 02.00 WIB, kafe tersebut masih beroperasi. Karena tidak terima, dia datangi kembali untuk menegur pemilik kafe dan dengan sengaja mematikan aliran listrik (KWH Meter).
"Saya itu hanya minta dikecilkan suara musiknya. Karena juga tidak diindahkan dan melewati batas waktu yang saya minta, maka saya matikan KWH meter kafe itu," ucapnya.
Setengah jam kemudian, pelaku penganiayaan bersama rekan-rekannya mendatangi Kurnadi. Mereka datang marah-marah hingga berujung pada penganiayaan. Para pelaku ini bukan pemilik kafe namun orang luar.