Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Batu Menangis
Darmi yang sedang menyisir rambutnya yang indah pun terkejut. "Tidak mau bu jika aku memasak. Rambut ku bisa bau tungku bu. Aku kan habis keramas, lalu jika aku mengantarkan makan ke ladang nanti kulitku jadi hitam. Aku kan habis luluran," jawab Darmi.
Ibu Darmi yang mendengar jawaban tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sedih. Saat di ladang, ibu Darmi bekerja dengan keras dia mengumpulkan hasil panen dan besok akan dijualnya ke pasar. Ibu Darmi bekerja keras tanpa mempedulikan perutnya yang lapar.
Saat lelah dia beristirahat sambil meminum air kendi yang dibawanya. Dia pun berdoa dalam hati. "Ya Tuhan tolong kami. Ubahlah anakku dan lepaskan dia dari sifat malasnya."
Setelah pulang dari ladang, dia langsung pergi ke rumahnya. Betapa terkejutnya di sana tidak ada makanan yang bisa untuk dimakan. Ternyata Darmi sama sekali tidak memasak, Darmi yang melihat ibunya pulang malah marah-marah.
"Ibu ini ke mana saja sih. Masa tidak ada makanan di rumah. Aku kan lapar seharian tidak makan," ucap Darmi.