Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Magitudo 3,2 Guncang Kendari, Getaran Dirasakan Cukup Kuat
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Kalbar, Cegah Karhutla di Musim Kemarau

Sabtu, 29 Juni 2024 - 09:44:00 WIB
BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Kalbar, Cegah Karhutla di Musim Kemarau
Petugas saat menyiapkan NaCI Powder yang akan disemai di langit Kalbar untuk operasi modifikasi cuaca mencegah karhutla. (Foto: BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

Sebab jika terjadi karhutla dan meluas, dampak negatif yang dihasilkan akan sangat buruk bagi masyarakat luas.

“Berdasarkan data Sipongi KLHK, tahun 2023 terindikasi lahan terbakar di Kalbar mencapai 111.848 hektare. Tentunya ini sangat luas dan OMC akan berupaya untuk memitigasi agar tidak terulang kejadian serupa,” ucapnya. 

Sementara Plt Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan saat ini telah disiapkan sebanyak 13 ton NaCI Powder yang akan disemai di langit Kalbar. Adapun target penyemaian diutamakan di daerah rawan karhutla, yakni lahan gambut di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Sintang, Sekadau dan Kabupaten Sanggau.

“Strategi penting yaitu tim pelaksana OMC harus aktif memantau data Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) setiap harinya. Daerah mana yang nilainya sudah kurang dari 40 cm sehingga rawan terbakar perlu dijadikan sebagai prioritas daerah target penyemaian awan,” ujar Seto. 

Dia menjelaskan, hasil analisis BMKG wilayah Kalbar termasuk ke area Non-ZOM dan dari prakiraan sifat hujan pada Juni dan Juli, diprakirakan normal dan bawah normal untuk Kabupaten Kubu Raya. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi karhutla di wilayah tersebut sebagaimana terjadi di tahun sebelumnya. 

Kendati demikian, BMKG secara berkala akan terus memantau titik panas di wilayah Kalbar untuk memitigasi terjadinya karhutla.

“Harapan dari kegiatan OMC ini terjaganya kebasahan lahan gambut di wilayah Kalbar sehingga akan sulit terbakar ketika memasuki puncak musim kemarau,” ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut