Wali Kota Surabaya: 5.135 Siswa Lulusan SD Tak Tertampung di SMP Negeri dan Swasta
Dia juga meminta agar semua sekolah saling berlolaborasi dan menyatu tanpa ada persaingan antarsekolah demi kesejahteraan guru. Dia mencontohkan, ketika guru di sekolah A hanya mengajar selama tiga jam dalam sehari, setelah itu guru tersebut dapat bergeser ke sekolah lain untuk mengajar atau istilahnya berbagi guru. Dari situlah gaji yang diperoleh guru pun sesuai dengan UMK.
"Karena selama ini yang terjadi setiap sekolah mengundang guru yang berbeda. Jadi harus saling kerja sama atau kolaborasi. Saya selalu bilang kebersamaan, gotong royong kelapangan hati kita untuk tidak menjadi yang nomor satu terus," katanya.
Eri mengatakan, Pemkot Surabaya juga akan memberikan tambahan guru pendidik serta pelayanan yang lebih bagi pelajar yang berkebutuhan khusus atau sekolah inklusi. Sebab, kebutuhan pelajar tersebut juga berbeda dibandingkan dengan siswa-siswi pada umumnya.
"Pelayanan kita harus lebih dari sekolah biasa. Karena kita tahu kebutuhan mereka juga lebih sehingga pemerintah harus hadir di sana. Kota ini harus ramah dengan yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Supomo menambahkan, pihaknya bakal mengajukan kepada Kemendikbud untuk menambah jumlah anak dalam satu rombel. Dia pun merinci, berdasarkan data jumlah lulusan SD/MI dengan berjumlah 46.575 siswa.
Dari angka tersebut, daya tampung SMPS/MTs berjumlah 23.232 siswa. Kemudian daya tampung SMP negeri berjumlah 18.208 yang terdiri atas 569 rombel.
"Selisihnya yakni 5.135 orang. Kami ajukan kepada kementerian untuk menambah jumlah anak yang berada dalam satu rombel supaya angka itu bisa tertampung," katanya.
Editor: Maria Christina