Wali Kota Madiun Tetap Lanjutkan Proyek Miliaran Rupiah saat Pandemi Corona, Ini Alasannya
Menurut pendapatnya, saat corona sudah tidak ada, maka banyak orang berbondong-bondong akan berbelanja dan jalan-jalan. Maka fasilitas yang ada di Kota Madiun akan menyambut warga tersebut.
Sedangkan untuk pembangunan yang tidak menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pertumbuhanya, wali kota yang baru saja setahun menjabat bersama wakilnya Inda Raya itu dengan tegas akan menyetopnya. Misalnya, pembangunan saluran-saluran besar, kegiatan yang membuat kerumunan massa dalam jumlah besar serta mendatangkan sejumlah artis.
"Tetapi pembangunan yang tidak terkait pembangunan ekonomi, yang tidak mendukung menyambut corona hilang, ini saya pending semua," kata Maidi.
Terkait dengan anggaran yang ada, mantan Sekda Kota Madiun itu mengaku cukup dan tidak akan mengganggu anggaran penanggulangan Covid-19. "Anggarannya cukup, anggarannya cukup. Ini kalau semua kita pending (proyek yang tidak menggerakkan potensi ekonomi), anggaran cukup," katanya.
Saat ini, anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) yang disiapkan Pemkot Madiun untuk menanggulangi wabah Covid-19 mencapai Rp160 miliar. Anggaran pembangunan fisik yang dimaksud, berada di luar dana yang digunakan untuk BTT.
Sementara itu melalui pesan singkat, Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, Subakri membenarkan apa yang dilakukan Wali Kota Maidi. "Siap... nggih Mas," katanya membenarkan keberadaan proyek yang dimaksud.
Mengacu apa yang disampaikan wali kota dan kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, jika dicocokkan dengan laman LPSE, ketiga proyek itu tersebut menelan biaya miliaran rupiah. Di laman LPSE Pemkot Madiun, pembangunan di Jalan Setiaki dan Rimba Mulya yang rencananya untuk kawasan kuliner mencapai Rp10,3 miliar.
Sedangkan pembangunan di Jalan Pahlawan dan Pembangunan saluran Sumber Umis, pagunya masing-masing Rp7,8 miliar dan Rp9,4 miliar. Rencananya kedua kawasan itu akan menjadi area wisata perkotaan yang alami.
Editor: Umaya Khusniah