Waduh! Pasutri di Ponorogo Ditangkap gegara Jual Senjata Api Ilegal
Berdasarkan keterangan tersebut, petugas kemudian bergerak ke Depok dan berhasil mengamankan GY tanpa perlawanan.
Dalam penyelidikan lanjutan, diketahui bahwa pasangan tersebut membeli senpi dan amunisi dari seorang warga Kabupaten Ngawi dengan harga Rp35 juta.
Awalnya, keduanya mengaku hanya ingin menyimpan senjata tersebut untuk kepentingan pribadi. Namun, hasil pemeriksaan mendalam menunjukkan bahwa senjata itu rencananya akan dijual kembali untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Kompol Ari menegaskan, pihaknya masih terus menyelidiki kemungkinan adanya jaringan perdagangan senjata api ilegal di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
“Kami masih terus mendalami motif dan jaringan yang terlibat dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal ini,” ucapnya.
Tim Resmob juga tengah menelusuri pihak yang pertama kali menjual senjata tersebut kepada pelaku. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin.
“Ancaman hukuman dalam pasal tersebut sangat berat, yakni pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara sementara hingga 20 tahun,” ujar Kompol Ari.
Polres Ponorogo mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila mengetahui aktivitas mencurigakan terkait kepemilikan atau penjualan senjata api tanpa izin. Kepolisian menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi mengancam keamanan masyarakat.
Editor: Donald Karouw