Trauma Erupsi Gunung Semeru, Warga Sumbersari Minta Segera Direlokasi
Ia menyebutkan, saat itu dirinya memang tengah beraktivitas sebagai penambang pasir di Sungai Sumbersari tak jauh dari kediamannya. Beruntung sesaat sebelum kejadian guguran awan panas dan abu vulkanik itu ia berhasil pulang, serta menyelamatkan keluarganya yang masih bertahan di rumah.
"Masih takut disini, kalau siang berani karena terang cuacanya, disini tinggal semua sekeluarga, paman keponakan di sini," tuturnya.
Di hari keenam ini ia masih tak menyangka kejadian letusan dashyat Gunung Semeru bakal meluluhlantakkan kampung halamannya. Mengingat selama ia 20 tahun tinggal di Dusun Sumbersari, tidak pernah mengalami letusan sedahsyat.
"Kalau kemarin selamat semua. Lari semua waktu kejadian. Kalau saya cari pasir di sana, waktu itu banjir lahar dulu, sebelum awannya dari atas, 20 menit minta dijemput, saya samperin lihat gunungnya sudah tebal abunya jam 12 kondisi masih aman saja," katanya.
Hal serupa dikatakan Hadi Mulyanto, warga Desa Supit Urang yang meminta segera dibuatkan hunian sementara agar tidak tinggal lebih lama di posko pengungsian. Sebab dengan kondisi dirinya juga harus menyelamatkan beberapa benda berharganya yang ada di rumah, yang dibawa ke posko pengungsian.