Tangis Ratusan Mahasiswa Mengenang Guru Budi yang Tewas Dianiaya Siswa
Sementara Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang, Syamsul Hadi dalam kegiatan tersebut memaparkan, aksi keprihatinan dan doa untuk guru Budi itu merupakan ungkapan simpati dan duka yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa guru di SMA Negeri 1 Torjun Sampang itu. “Kami sangat berduka, sangat sedih atas kepergian korban karena almarhum adalah salah seorang alumni Universitas Negeri Malang dari Fakultas Sastra,” kata Syamsul Hadi.
Dia berharap tidak ada lagi guru yang mengalami nasib serupa seperti guru Budi. Baginya, kasus itu merupakan aib bagi pendidikan Indonesia dan mencederai sosok guru yang dihormati. Sebagai kampus yang dulunya disebut IKIP, tempat mencetak para guru, civitas akademika Universitas Negeri Malang meminta agar segera ada payung hukum khusus untuk perlindungan guru. Perlindungan tidak hanya dari sisi fisik, tapi juga profesinya.
“Sampai hari ini, saya kira masih banyak kalangan masyarakat yang memandang guru bukan profesi yang terbaik. Kami harapkan dengan ada peraturan, perlindungan, barangkali ada rambu-rambu yang guru itu seharusnya dilindungi secara hukum, terutama ketika menjalankan tugasnya,” paparnya.
Selain doa bersama, aksi tersebut juga diisi dengan mengumpulkan donasi peduli guru Budi yang akan diserahkan kepada keluarga.
Editor: Maria Christina