Tangis Ratusan Mahasiswa Mengenang Guru Budi yang Tewas Dianiaya Siswa
MALANG, iNews.id – Isak tangis ratusan mahasiswa mewarnai aksi keprihatinan dan doa bersama untuk guru Ahmad Budi Cahyono yang digelar di Universitas Negeri Malang Jawa Timur (Jatim), Kamis siang (8/2/2018). Kampus ini menjadi tempat guru yang tewas usai dianiaya oleh muridnya sendiri itu menuntut ilmu. Guru Budi merupakan alumni Fakultas Sastra angkatan tahun 2009.
Ratusan mahasiswa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengenang sosok Budi dalam serangkaian kegiatan di Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang. Apalagi mengingat kematiannya pada Kamis, 1 Februari 2018 lalu, karena dianiaya oleh siswanya sendiri.
Kegiatan diisi dengan pembacaan puisi diiringi dengan permainan biola, alat musik yang dikenal lekat dengan sosok guru Budi. Teman almarhum semasa kuliah, Leo Zaini, membacakan puisi untuk Budi. Leo mengenang guru Budi semasa hidup sebagai sosok yang tidak neko-neko. “Memang anaknya kalem,” ujarnya.
Leo juga mengungkapkan, guru Budi semasa kuliah punya kisah sedih karena mengalami keterbatasan biaya saat akan menyelesaikan tugas skripsi. Akhirnya, dia rela menjual biola kesayangannya untuk memenuhi biaya penulisan skripsi.
“Dia jual lewat online dan kebetulan yang membeli biola itu teman saya yang sekarang mengajar di Jakarta. Dia membeli biola dengan ada transaksi seandainya Budi sudah punya uang lagi maka biola itu akan ditebus kembali,” ungkap Leo Zaini.