Tangis Haru Warnai Kegiatan Tadarus dan Pondok Ramadan di Lapas Perempuan Malang
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang Tri Anna Aryati menuturkan, kegiatan tadarus Alquran ini merupakan kegiatan rutin selama bulan Ramadan. Kegiatan ini menjadi satu rangkaian dari pondok Ramadan yang selama ini memang digelar Lapas Perempuan hanya intensitas tadarusnya yang ditambah dengan alokasi selama empat jam seharinya.
"Kita pusatkan di aula. Alhamdulillah setiap harinya kami bisa khatam sampai 2-3 kali, waktunya empat jam setiap harinya," ucap Tri Anna ditemui MNC Portal di Lapas Perempuan, pada Rabu (6/4/2022).
Menurutnya, waktu empat jam membaca Alquran sehari itu merupakan keinginan para warga binaan. Mengingat selama Ramadan ini beberapa kegiatan reguler di Lapas perempuan dikurangi, sehingga digantikan tadarus Alquran setiap harinya.
"Itu tergantung anak-anak maunya seperti itu, supaya bisa khatam sebanyak mungkin, pertimbangannya seperti itu kami hanya memfasilitasi," ucapnya.
Tri Anna menuturkan, ada sebanyak 61 warga binaan yang rutin mengikuti kegiatan tadarus di Aula Kartini ini. Sisanya para warga binaan lainnya yang beragama Islam tetap diwajibkan membaca Alquran di blok masing-masing dengan pengawasan dan penilaian dari pihak Lapas. Di mana setiap penilaian yang dilakukan akan mempengaruhi dari hak integrasi yang diterima setiap warga binaan.