Saat ini, Pemkab Lamongan masih mengupayakan untuk memulangkan mahasiswa Lamongan yang berada di Wuhan.
"Kami sudah berkoordinasi untuk upayakan proses pemulangan. Tetapi masih menunggu situasi di sana. Yang penting sekarang adik-adik dalam keadaan sehat. Semoga situasinya cepat kembali seperti semula dan proses belajarnya sukses," ucap bupati.
Sementara ketiga orang tua mahasiswa tersebut, termasuk Miftahatin ibu dari Humaidi Zahid, yang menyaksikan video conference terlihat bahagia mengetahui putranya dalam kondisi sehat. Dia juga sedih karena anaknya berada di wilayah yang ada dalam bayang-bayang teror virus korona. Para keluarga mahasiswa tampak tak sanggup membendung air mata. Suasana tangis haru pun terjadi saat video conference yang diunggah di media sosial tersebut.
Selain tiga mahasiswa tersebut, juga terdapat dua warga Lamongan yang sedang melanjutkan pendidikan di China. Yakni Iffa Maratus Shohibul Birri, mahasiswi S2 di Tianjin Foreign Studies University dan Nurul Hikmawati yang mendapat beasiswa usulan Ponpes Tarbiatut Tholabah melalui Sa’adah Bunga Gresik di Nantong Shipping Collage.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Lamongan Sudjito mengatakan, tiga mahasiswa tersebut seharusnya sudah meninggalkan China pada 13 Januari 2020. Namun karena terisolasi sehingga masih tertahan di Wuhan.
Editor: Donald Karouw