Tak Terima Disebut Banci oleh Kapolres, Kasat Sabhara Polres Blitar Mengundurkan Diri
Tindakan tersebut, kata Agus, tidak hanya kepada dirinya saja, tetapi juga anggota dan perwira satuan lainnya. Bahkan, tidak hanya makian, dia juga menuding kapolres kerap mencopot jabatan anak buahnya, tanpa pembinaan terlebih dahulu.
“Kapolres tidak ada arahan apa pun, tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenernya kan kalau salah dibina. Bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Emangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik, belum tentu kan,” katanya.
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menanggapi santai tudingan tersebut. Dia menyebut teguran diberikan karena memang ada sesuatu yang tidak benar. Baginya, hal itu merupakan sesuatu yang wajar.
“Sebagai pimpinan kalau tegur anggota gimana? (Masih dalam) Batas kewajaran, namanya pimpinan sama bawahan begitu. Kalau dia merasa benar ya dilaksanakan perintahnya. Itu yang saya temukan langsung,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Atas pengunduran diri dan laporan di Polda Jatim, Fanani enggan memberi tanggapan. Sebab, menurutnya, hal itu menjadi ranah Polda Jatim. “Perwira ranahnya Polda Jatim. Kami juga membuat laporan polisi tentang disiplin dia. Sebab, yang bersangkutan tidak melaksanakan dinas,” katanya.
Fanani mengatakan, sejak ditegur pada 21 September lalu, Agus tidak masuk kerja. Agus tidak lagi berdinas tanpa keterangan.
Editor: Ihya Ulumuddin