Ironis, beberapa menit setelah gol kedua, suporter kedua tim terlibat saling ejek hingga berujung saling pukul. Kericuhan terus meluas sehingga pertandingan sempat dihentikan untuk menunggu kericuhan mereda.
Untuk meredam kericuhan, polisi sempat berulang kali mengeluarkan tembakan peringatan. Dalam peristiwa ini, sedikitnya 15 suporter dan polisi mengalami luka-luka. Meski diwarnai kericuhan, pertandingan Persatu Vs PSIM dapat berlangsung hingga akhir. Skor akhir dimenangkan PSIM dengan 0-2.
“Ini karena kekalahan demi kekalahan. Kalau tadi tidak kalah, saya rasa tidak akan terjadi seperti ini,” kata Presiden Ronggomania, Ida Khusni Mubarok.
Hingga Sabtu malam, suporter PSIM Yogyakarta masih terjebak di dalam stadion. Mereka belum dapat dievakuasi karena ribuan suporter tuan rumah menunggu di luar stadion. Polisi masih terus berjaga-jaga untuk menghindari bentrokan terulang.
Editor: Maria Christina