Sosok Gus Sholah, Ulama, Pejuang HAM dan Pembaharu Pesantren Tebuireng
Ketika ayahnya masih hidup, kegiatan mengaji dipimpin langsung oleh sang ayah. Selain belajar membaca Alquran, remaja Salahuddin juga belajar fikih, nahwu, shorof, dan tarikh (sejarah Islam). Guru-gurunya antara lain Ustaz Muhammad Fauzi dan Ustaz Abdul Ghoffar. Keduanya alumni Ponpes Tebuireng yang tinggal di Jakarta.
Salahuddin sempat merasakan pendidikan pesantren melalui Pesantren Ramadhan. Selama beberapa kali liburan sekolah di bulan Ramadhan, ia belajar ke Pesantren Denanyar Jombang bersama adiknya, Umar Wahid. Menginjak usia dewasa, cara yang ditempuhnya untuk belajar adalah dengan membaca sendiri buku-buku keagamaan.
Pada tahun 1968, Gus Sholah menikah dengan Farida, putri mantan Menteri Agama, KH Syaifudin Zuhri. Pernikahan ini cukup unik, karena keduanya sama-sama anak mantan Menteri Agama.
Gus Sholah terlebih dulu mengenal (calon) istrinya sebelum mengenal (calon) mertuanya. Dia tertarik dengan Farida meskipun belum tahu bahwa Farida adalah putri mantan menteri agama.
Dari pernikahan itu, Gus Sholah dikaruniai tiga anak, yaitu Irfan Asy’ari Sudirman (Ipang Wahid), Iqbal Billy, dan Arina Saraswati.