Para pelatih tersebut berasal dari petugas Linmas, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK). Bagi siswa perempuan, nantinya akan dilatih oleh pelatih perempuan, demikian juga sebaliknya.
Saat ini ada 10 petugas yang telah siap menjadi pelatih. Mereka terdiri dari enam orang dari jajaran Linmas dan empat orang dari PMK, yang semuanya laki-laki.
"Nanti jadwal sekolah-sekolahnya kita buat bergilir sekolah negeri dan swasta. Jadi, sekolah akan mengirim (siswa) bergantian," katanya.
Latihan rescue ini akan mulai jam 07.00 pagi sampai 17.00 sore dan dibagi dalam dua sesi. Sementara ini, kolam renang yang sedang dibangun diprioritaskan untuk melatih anak-anak.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga menerangkan, Pemkot Surabaya tidak hanya menyiapkan programnya tapi juga seragam dan peralatan. Selain itu, bagi siswa yang berlatar belakang keluarga tidak mampu, nantinya akan ditanggung.
"Anak-anak tidak perlu minta orang tuanya. Tapi kalau mampu, tidak apa-apa. Kalau tidak mampu, semuanya akan kita siapkan supaya tidak memberatkan orang tuanya," katanya.
Editor: Umaya Khusniah