Siswa Pemukul Guru SMA 1 Torjun Sampang Terancam Tak Lulus Sekolah
Saeful berharap peristiwa tersebut merupakan yang terakhir kali terjadi di Jawa Timur. Sebab, tidak ada yang berharap kasus seperti itu akan terjadi. “Tentu tidak ada yang berharap terjadi kasus seperti ini kan. Mudah-mudahan ini yang terakhir di Jawa Timur,” ucapnya.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin mengaku sudah meminta kepada Kapolres Sampang untuk tetap menjaga kondusivitas daerah dan masyarakat di Sampang pascainsiden penganiayaan guru oleh muridnya.
“Pak Kapolres Sampang tentu sudah bertindak maksimal. Pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan mendalam,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim), bernama Budi Cahyono dipukul siswanya hingga tewas, Kamis (1/2/108). Siswanya berinisial HI memukuli Budi karena mencoret pipinya saat dia tertidur di kelas.
“Kami masih akan melakukan penyelidikan terkait kasus pemukukan siswa terhadap gurunya yang menyebabkan tewas itu,” ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Torjun AKP Budi Wardiman, Kamis malam.
Peristiwa pemukulan siswa itu berawal saat Budi Cahyono menyampaikan pelajaran kesenian. Kala itu, siswa pelaku pemukulan berinisial HI, tertidur di kelas. Guru Budi langsung mendekati siswa tersebut dan mencoret pipinya dengan tinta. Namun, sang siswa HI langsung berdiri dan memukul guru Budi hingga mengenai pelipis wajahnya.
Editor: Kastolani Marzuki