Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Sandi Misterius Jelang Meletusnya Gerakan 30 September dan Istilah Ibu Pertiwi Hamil Tua

Kamis, 28 September 2023 - 06:11:00 WIB
Sandi Misterius Jelang Meletusnya Gerakan 30 September dan Istilah Ibu Pertiwi Hamil Tua
Demonstrasi rakyat menuntut pembubaran PKI setelah peristiwa Gerakan 30 September. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Di depan pimpinan Ansor dan PB NU, Subandrio terang-terangan mengatakan Ansor NU tidak akan mampu melawan orang-orang PKI karena PKI menguasai intelijen. Dia justru meminta Ansor NU ikut menjaga ketenangan dan tidak terlalu agresif menghadapi PKI.

“Di bidang intelijen saudara-saudara kalah dengan PKI. Orang PKI tahu di mana saudara sekarang sedang berada. Bahkan tahu di mana Pak Idham Chalid (Ketua PBNU) dan tokoh-tokoh lainnya berada. Tetapi saudara dan tokoh NU tidak tahu di mana DN Aidit berada. Saudara harus mengerti hal ini,” kata Subandrio seperti dikutip dari buku Benturan NU PKI 1948-1965.

Ibu Pertiwi Hamil Tua

Kebijakan intelijen Subandrio juga banyak memojokkan TNI Angkatan Darat. Isu Dewan Jenderal terkait adanya sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat yang tidak loyal kepada Presiden Soekarno atau Bung Karno juga datang darinya.

Selain istilah Senam Revolusioner, menjelang peristiwa 30 September 1965 juga muncul ungkapan Ibu Pertiwi Sudah Hamil Tua. Ungkapan itu pertama kali datang dari anggota CC PKI Anwar Sanusi.

Di tengah situasi krisis ekonomi dan politik tanah air, pernyataan Ibu Pertiwi sudah Hamil Tua itu dilontarkan berkali-kali oleh para tokoh PKI. Para lawan-lawan PKI menangkap pernyataan itu sebagai sebuah sandi gerakan politik. “Ibu Pertiwi sudah hamil tua, yang akan segera melahirkan satu kekuatan baru”.   

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut