Rumah Sakit Penuh, Korban Penganiayaan di Malang Tewas Tak sempat Ditangani
Menurutnya, setelah ditolak enam rumah sakit, Purnomo akhirnya mendapat perawatan di IGD RSSA. Sayang setibanya di IGD RSSA nyawa korban yang mengalami luka di beberapa bagian tubuh tak bisa diselamatkan. Korban diketahui mengalami luka di perut, punggung, dan tangan.
"Baru 10 menit masuk IGD, korban meninggal. Luka parah di punggung dan perut," katanya.
Sampai kini, Hartanto bersama keluarga besar tak mengetahui siapa pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. "TKP-nya dekat rumah, itu jalan kampung. Tapi kejadiannya tidak ada yang tahu," kata Hartanto.
Ketika dalam perjalanan mencari rumah sakit, kata Hartanto, korban hanya menjawab jika pelaku tak diketahui karena wajahnya tertutup.
"Kami sempat tanya siapa pelakunya, jawabnya tidak tahu. Sepeda motor korban juga masih ada di TKP. Korban jalan kaki ke rumah saya, karena lokasi dekat," ujarnya.
Sehari-harinya, korban berprofesi sebagai makelar jual beli tanah. Korban meninggalkan istri dan satu anak. "Kerjanya makelaran tanah, anaknya satu," ujarnya.
Polres Malang kini masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menewaskan satu orang ini. Tampak Tim Inafis Satreskrim Polres Malang mendatangi ruang forensik RSSA untuk meminta keterangan dari petugas medis.
Editor: Maria Christina