Reaksi Ponpes Al Amin soal Alumninya Jadi Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo
Menurut Hamzah, pendidikan yang ditanamkan Ponpes TMI Al Amin ke para santri selalu menekankan Islam wasathan (islam moderat) dan tidak pernah mengajarkan kekerasan atau radikalisme. “Kalo kita itu prinsip dari awal adalah tidak berdiri ke mana-mana. Tidak ke kanan atau kiri. Pendidikan kita moderat, mengutamakan washatiyah. Kami konsisten dengan sistem pendidikan dan kurikulum yang kita tempuh,” katanya.
Ponpes TMI Al Amin, kata dia, juga akan melakukan intrsopeksi diri dan mengambil hikmah atas insiden yang dilakukan pelaku. Hamzah juga menepis kabar yang beredar di media sosial WhattsApp (WA) terkait kejadian itu yang merugikan Ponpes Al Amin.
“Kita akan lakukan internalisasi dan sosialisasi ke santri-santri bahwa tindakan tersebut (radikalisme) itu tidak dibenarkan dan membahayakan. Hindari tindakan-tindakan tersebut, apa pun dalilhnya tidak dibenarkan. Kita ambil banyak hikmah dari kejadian itu,” katanya.
Kasus penyerangan kantor Polsek Wonokromo akhirnya terungkap. Pelaku bernama Imam Mustofa (30), warga Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur (Jatim).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pelaku tercatat sebagai alumni Ponpes Al Amin, Perenduan Sumenep.