Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak
Advertisement . Scroll to see content

Reaksi Ponpes Al Amin soal Alumninya Jadi Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo

Minggu, 18 Agustus 2019 - 21:58:00 WIB
Reaksi Ponpes Al Amin soal Alumninya Jadi Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo
Polsek Wonokromo, Surabaya, dijaga ketat setelah aksi penyerangan yang dilakukan pria tak dikenal. (Foto: iNews.id/Hari Tambayong)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Hamzah, pendidikan yang ditanamkan Ponpes TMI Al Amin ke para santri selalu menekankan Islam wasathan (islam moderat) dan tidak pernah mengajarkan kekerasan atau radikalisme. “Kalo kita itu prinsip dari awal adalah tidak berdiri ke mana-mana. Tidak ke kanan atau kiri. Pendidikan kita moderat, mengutamakan washatiyah. Kami konsisten dengan sistem pendidikan dan kurikulum yang kita tempuh,” katanya.

Ponpes TMI Al Amin, kata dia, juga akan melakukan intrsopeksi diri dan mengambil hikmah atas insiden yang dilakukan pelaku. Hamzah juga menepis kabar yang beredar di media sosial WhattsApp (WA) terkait kejadian itu yang merugikan Ponpes Al Amin.

“Kita akan lakukan internalisasi dan sosialisasi ke santri-santri bahwa tindakan tersebut (radikalisme) itu tidak dibenarkan dan membahayakan. Hindari tindakan-tindakan tersebut, apa pun dalilhnya tidak dibenarkan. Kita ambil banyak hikmah dari kejadian itu,” katanya.

Kasus penyerangan kantor Polsek Wonokromo akhirnya terungkap. Pelaku bernama Imam Mustofa (30), warga Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur (Jatim).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pelaku tercatat sebagai alumni Ponpes Al Amin, Perenduan Sumenep.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut