Ratusan Penari dari 13 Negara Pukau Ribuan Warga dalam Surabaya Cross Culture
Selain dari mancanegara, adapula beberapa tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia seperti, tarian dari Pangkalpinang, Solok, serta Bali.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, kegiatan Cross Culture International Folk and Art Festival ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebudayaan masyarakat di dunia. “Selain itu, festival ini juga dijadikan sebagai ajang wisata yang ada di Kota Surabaya,” ucapnya.
Menurut Risma, jumlah negara peserta Cross Culture International Folk and Art Festival 2019 ini digelar mulai 21 hingga 25 Juli 2019. Penari-penari negara peserta akan menampilkan tari-tarian tradisionalnya di beberapa tempat di Kota Surabaya.
Kegiatan itu sudah ke-15 kalinya digelar di Surabaya dan menjadi agenda festival tahunan di Kota Pahlawan. “Jumlah pesertanya terus bertambah tiap tahun. Semoga tahun depan semakin ramai lagi,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki