Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dihantam Gelombang 4 Meter, Kapal Nelayan asal Banyuwangi Patah jadi 2 di Sumba Barat Daya
Advertisement . Scroll to see content

Rapid Test Mahal, Sopir Pikap di Banyuwangi Demo Tak Bisa Masuk ke Bali

Sabtu, 27 Juni 2020 - 00:25:00 WIB
Rapid Test Mahal, Sopir Pikap di Banyuwangi Demo Tak Bisa Masuk ke Bali
Ratusan sopir pikap pengangkut sayur berunjuk rasa memprotes syarat rapid test masuk ke Bali di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: iNews/Eris Utomo)
Advertisement . Scroll to see content

Sejumlah sopir mengaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp300.000-400.000 setiap kali rapid test dengan massa berlaku 3-4 hari.

“Biaya rapid test-nya mahal sekali. Masa berlakunya hanya tiga hari, padahal kami ini mengirim sayur dan buah ke Bali bisa 2-3 kali seminggu,” kata sopir buah, Wahyu.

Hingga malam tadi, para sopir tersebut tak beranjak. Mereka tetap menggelar aksinya hingga malam hari.

Semua kendaraan pikap bermuatan buah, sayur, dan janur diparkir di pinggir jalan tak jauh dari pelabuhan. Mereka berharap pemerintah memerhatikan nasib mereka terkait biaya rapidtest yang sangat memberatkan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut