PWNU Jatim Perbolehkan Salam Lintas Agama, Ini Rujukan Kitabnya
“Bila dia (pejabat publik) itu muslim hendaknya mengucapkan Assalamu’alaikum Warhmatullahi Wabarokatuh atau selamat pagi atau hal-hal yang menjadi salah nasional. Hanya kalau diperlukan untuk menjaga kedamaian kerukunan, maka memakai salam lintas agama,” katanya.
Diketahui, PWNU Jatim menggelar bahtsul masail menyusul polemik ‘larangan’ salam lintas agama yang dikeluarkan MUI Jatim. Dari hasil kajian fikih islam tersebut didapat beberapa kesimpulan.
Salah satunya, Islam sebagai agama kerahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia. Pesan kedamaian dalam wujud menebarkan salam secara verbal juga telah menjadi tradisi agama tauhid, sejak Nabi Adam AS yang terus diwarisi hingga sekarang.
“Huwa Sunnatu Adam Wadzurriyatii minal Anbiya’ wal Auliya’ (Mengucapkan salam secara verbal merupakan tradisi Nabi Adam AS dan keturunannya dari para nabi dan para wali),” kata KH Syafruddin.
Bahkan dikisahkan, dahulu, Nabi Ibrahim juga mengucapkan salam kepada ayahnya yang masih belum bertauhid. Begitu juga Nabi Muhammad SAW pernah mengucapkan salam kepada penyembah berhala dan segolongan Yahudi yang berkumpul bersama kaum muslimin.
Editor: Maria Christina