Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Teras Rumah Warga Sragen
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Balita Malang Korban Penelantaran di Jatim Menantikan Orang Tua Asuh

Kamis, 31 Oktober 2019 - 06:30:00 WIB
Puluhan Balita Malang Korban Penelantaran di Jatim Menantikan Orang Tua Asuh
Petugas UPT Perlindungan dan PSA Balita Sidoarjo Dinsos Jatim bermain dengan para balita korban penelantaran orang tua, Rabu (30/102/019). (Foto: iNews/Yoyok Agusta)
Advertisement . Scroll to see content

“Memang ada beberapa kasus anak-anak ini dari korban pemerkosaan, inses, sengaja dibuang atau ditelantarkan orang tua,” kata Dwi Arini.

Anak-anak yang dirawat di UPT Perlindungan dan PSA Balita Sidoarjo Dinsos Jatim. (Foto: iNews/Yoyok Agusta)
Anak-anak yang dirawat di UPT Perlindungan dan PSA Balita Sidoarjo Dinsos Jatim. (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

Meski setiap tahun diadakan dua kali kegiatan pelepasan anak hingga mencapai 15 orang, jumlah anak yang dirawat di UPT ini masih banyak. Tercatat hingga bulan Oktober 2019, UPT di bawah Dinsos Jatim itu masih mengasuh 55 anak.

UPT Perlindungan dan PSA Balita Sidoarjo kesulitan untuk melepaskan anak-anak tersebut. Apalagi anak-anak yang lahir dengan kondisi khusus dan kekurangan fisik serta penyakit, seperti hidrosefalus dan buta, hingga cacat lainnya.

Enam anak harus dirawat di sini meskipun umur mereka telah lebih dari tujuh tahun, karena kondisi fisik yang tidak sempurna seperti anak lain. “Sekarang yang kami rawat 55 orang, termasuk 31 anak yang kami terima hingga Oktober. Ini sudah full. Satu anak lagi tinggal kami ambil di Nganjuk, baru ditemukan,” kata Dwi Arini.

Dwi Arini berharap masyarakat berkenan untuk mengangkat anak-anak ini. Warga tinggal menyerahkan berbagai persyaratan ke UPT Perlindungan dan PSA Balita Sidoarjo. Salah satunya surat pernyataan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak-anak itu.

“Anak-anak ini layak mendapatkan kasih sayang, keluarga yang utuh, punya ayah dan ibu, lembaga ini sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan untuk memproses adopsi dengan sejumlah persyaratan,” katanya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut