Presiden Ingin Pesantrenpreneur dan Ummart Terus Dikembangkan
"Saya lihat sudah di beberapa pesantren, ada ummart, nummart, itu harus terus kita kembangkan, pemerintah juga mulai bangun bank wakaf mikro di pondok-pondok pesantren, awalnya 20 ponpes, lalu ditambah jadi 40 ponpes, dikoreksi diperbaiki lagi dan makin banyak, harapan saya seperti itu," ungkap Presiden.
Saat memberikan sambutan, Presiden sempat salah menyebutkan nama pondok pesantren Bayt Al-Hikmah menjadi Bayt Al-Hakim.
"Mohon maaf karena terlalu banyak ponpes yang saya masuki jadi saya keliru, mohon maaf pak kiai. Namanya manusia pasti ada kelirunya. Apalagi Presiden kan juga manusia, ada keliru ada kurang, mohon dimaafkan," kata Presiden yang mengundang tawa para undangan.
Sementara itu, Ketua Umum Hipmi Jawa Timur Mufti Anam mengatakan, Ummart adalah toko ritel modern ponpes. Diharapkan toko ritel ini bisa menggantikan warung dan koperasi kecil di kompleks pesantren yang keberadaannya tergerus oleh toko ritel yang ada.
”Maka Hipmi bersinergi dengan Aprindo mengembangkan Ummart untuk berkompetisi dengan ritel yang ada," kata Mufti. Ummart pun menjadi inkubator bisnis karena tiga bulan sekali pengurus Ummart dan ponpes akan digilir dari satu ponpes ke ponpes lain.
"Agar kalau pulang ke daerah tidak hanya jadi ustads dan kiai tapi juga jadi ustazpreneur dan kiaipreneur. Wali santri tidak boleh kasih uang tunai ke anak-anaknya agar uang bisa di-tracking untuk hal produktif dan halal dan memproteksi santri agar menghindarkan dari narkoba dan lainnya," kata dia.
Editor: Zen Teguh