Polres Mojokerto Tangkap 7 Komplotan Pengedar Obat Aborsi
Kapolres menuturkan, para pelaku ini memiliki peran masing-masing dalam menjalankan bisnis jual beli obat aborsi itu. Zul selaku tangan terakhir, selain bertugas menjual, dia juga memberikan tutorial cara menggunakan obat merek Cytotex itu.
"Salah satunya Zulmi ini, dia ini menjual sekaligus memberikan arahan atau cara mengunakan obat ini, meski dia ini tidak memilki ilmu kedokteran," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku sudah 10 kali menjual obat aborsi di beberapa wilayah, di antaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, serta Kalimantan. Obat tersebut dijual perpaket dengan harga Rp1,5 juta atau eceran Rp500.000 per butir.
"Ada sebanyak 2.292 butir obat jenis Cytotex yang kami temukan dibeberapa lokasi penangkapan yang belum diedarkan di tengah masyarakat. Selain itu sebuah mobil mewah yang digunakan sarana pelarian beberapa pelaku. Namun kita masih selidiki," katanya.
Tak hanya itu, petugas juga mengamankan berbagai merek ponsel serta buku rekening tabungan. Ponsel tersebut yang digunakan pelaku untuk melakukan transaksi melalui medsos. Sementara uang hasil penjualan ditampung direkening-rekening tersebut.