“Penanganan kasusnya sesuai prosedur. Kami juga masih cek jika ada kejadian serupa oleh yang bersangkutan saat kegiatan motivasi di sekolah lain,” ujar Doni.
Sementara hasil visum terhadap para siswa yang menjadi korban penamparan menunjukkan adanya luka pada bibir, mimisan, lebam di pipi hingga trauma.
Sebelumnya, seorang siswa korban penamparan mengatakan, kekerasan fisik itu terjadi setelah mereka menertawakan operator yang salah menuliskan kata saat penyampaian materi.
“Sakitnya (ditampar) gak seberapa, tapi malunya itu,” ucap siswa tersebut.
Diketahui, kejadian penamparan yang viral ini terjadi di SMK Muhammadiyah 2 Malang, Jalan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, saat Seminar Motivasi Berwirausaha, Kamis (17/10/2019).
Peristiwa ini kemudian dilaporkan para siswa dan orangtuanya ke Polres Malang Kota. Hasil penyelidikan, pelaku ditangkap di salah satu tempat di Kota Surabaya pada Jumat (18/10/2019).
Editor: Donald Karouw