Menurut salah satu warga, Pujiastutik, banjir sebenarnya mulai menggenang sejak dua minggu lalu. Hanya saja banjir tersebut datang dan surut.
“Baru surut, banjir lagi. Kemarin itu langsung tinggi airnya,” katanya, Kamis (27/2/2020).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada solusi dari pemerintah setempat untuk mencegah dan mengatasi banjir ini. Meski sudah langganan banjir, namun ketinggian air tidak setinggi saat ini.
“Cuma foto-foto saja pemerintah, tidak ada solusi,” katanya.
Sementara perangkat desa, Kartono, banjir kali ini bisa dikatakan parah. Air sudah masuk ke semua rumah warga dan sungai dipenuhi dengan enceng gondok.
“Air dari hulu, larinya ke sini. Banjir seperti ini sudah seminggu ini,” katanya.
Menurut pengakuannya, sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi banjir tahunan ini.
Sebelumnya, tujuh kecamatan di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan dilanda banjir sejak Rabu malam. Banjir disebabkan adanya hujan deras yang mengguyur sejak Rabu siang hingga sore.
Editor: Umaya Khusniah