Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Pemilik Warkop Jadi Tersangka Kericuhan Patroli PPKM Darurat di Surabaya

Minggu, 11 Juli 2021 - 22:56:00 WIB
Pemilik Warkop Jadi Tersangka Kericuhan Patroli PPKM Darurat di Surabaya
Pemilik warkop yang diduga memprovokasi warga hingga memicu kericuhan warga saat patroli PPKM Darurat di Surabaya dijemput petugas, Minggu (11/7/2021). (Foto: MNC Portal/Nur Syafei)
Advertisement . Scroll to see content

Sehingga, lanjut dia, terjadi perdebatan dan mengundang massa (warga) banyak. Kemudian terjadilah pengrusakan mobil patroli 202 milik Polsek Kenjeran. "Pemilik warung berinisial E ini melakukan provokasi. Sehingga mengundang banyak massa, dan terjadilah pengrusakan mobil patroli," katanya.

Gatot menyatakan, tidak ada korban jiwa dari petugas. Melainkan kerusakan pecah kaca pintu belakang kendaraan patroli lantas 202 Polsek Kenjeran. Pihaknya menyesalkan masih ada masyarakat yang belum paham tugas Satgas dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

"Tim gabungan dari Jatanras Polda Jatim dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pendalaman kasus ini. Dan segera menangkap tersangka lainnya," katanya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial perlawanan warga di kawasan Bulak Banteng, Surabaya ketika operasi PPKM Darurat dilakukan. Dalam video berdurasi satu menit itu, mobil satgas gabungan dari kepolisian dikejar warga dan disuruh untuk meninggalkan Bulak Banteng. 

Para warga keluar rumah, termasuk pemilik toko maupun warung yang melontarkan kata-kata kasar pada petugas. “Cepat pergi dari sini, ayo semuanya keluar rumah,” kata salah satu warga yang terdengar lantang.

Kericuhan itu terjadi Sabtu (10/7/2021) malam, ketika satgas gabungan melakukan patroli dan penertiban warga yang melanggar aturan PPKM Darurat. Warga pun melempar batu ke arah mobil patroli milik kepolisian. Sambil terus bergerak, para warga melakukan mobilisasi warga lainnya untuk ikut mengusir satgas. 

Dari video itu juga terlihat beberapa warga ada yang tidak memakai masker. Mereka juga bergerombol untuk mendesak ke arah mobil serta mendorong mereka untuk keluar dari kawasan Bulak Banteng. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut