Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karantina Sulut Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Daging Celeng di Pelabuhan Bitung
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah: Kerugian akibat Penyakit Mulut dan Kuku Capai Rp9,9 Triliun 

Senin, 30 Mei 2022 - 20:59:00 WIB
Pemerintah: Kerugian akibat Penyakit Mulut dan Kuku Capai Rp9,9 Triliun 
Rakor percepatan penanggulangan penyakit mulut dan kuku. (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

"Di sapi PMK disertai sejumlah tanda-tanda klinis dan ini akan sangat tampaknya gejalanya. Dan jika sapi ini sembuh (dari PMK) masih bisa membawa virus atau carier bervariasi umurnya dari enam bulan sampai 3,5 tahun, jadi ternak yang sembuh masih membawa virus tadi," katanya. 

Tak hanya itu, manusia juga dapat menjadi pembawa virus atau yang disebut carier, yang dapat menularkan ke hewan ternak lainnya jika bertemu. Namun pihaknya memastikan bila tak ada penularan dari hewan ke manusia maupun dari manusia ke manusia.

"Virus tipe RNA yang menyebabkan PMK ini bisa menempel pada sepatu kulit hingga 77 hari. Jadi pembatasan lalu lintas ternak menjadi penting, penutupan pasar ternak di daerah tertular salah satunya, bukan hanya ternaknya tapi belantiknya, sebagian besar penularan berasal dari orang yang berpindah. Maka ini perlu kita waspadai," katanya.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) sendiri telah mengeluarkan sebanyak 10 regulasi kebijakan. Dari sejumlah kebijakan itu, percepatan vaksinasi massal menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat melalui Kementan Republik Indonesia.

"Menghentikan sirkulasi dan produksi virus di lingkungan dengan dua cara dekontaminasi dan disposal. Kemudian meningkatkan kekebalan hewan ternak dengan vaksinasi. Rencananya minggu kedua bulan Juni vaksin akan datang, masih impor sapi Pusvetma belum siap memproduksi vaksin dalam waktu cepat," katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut