Kapolsek Paserpan, AKP Cahyo Widodo mengatakan, sementara dari hasil pemeriksaan, korban dan pelaku sebenarnya tidak saling kenal. Namun, karena ada masalah dengan rekannya, pelaku berjaga-jaga dengan membawa bom bondet.
Menurut dia, pangkal masalahnya berawal ketika teman tersangka menggadaikan sepeda motor milik orang lain. Pelaku pun ikut menikmati uang hasil gadai tersebut. Tapi, saat pemilik motor bertanya soal kendaraanya, teman pelaku mulai ketakutan.
"Temannya memaksa pelaku untuk ikut bertanggung jawab mengembalikan uang hasil gadai motor," ujar Cahyo.
Dari sana, pelaku selalu berjaga-jaga jika rekannya atau orang suruhan datang menagih utang. Dia pun membeli bondet seharga Rp100.000 untuk antisipasi kalau terjadi perkelahian akibat utang tersebut.
Sebelumnya, Seorang guru ngaji di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), mengalami luka parah setelah dilempar bondet atau bom ikan oleh orang tak dikenal. Para pelaku menutup wajahnya dengan sarung untuk menutupi identitasnya.
Korban, Misnalim (70), warga Desa Cengkrong, Kecamatan Pasrepan, langsung dilarikan RSUD dr. R. Soedarsono, Kota Pasuruan. Kondisi guru ngaji tersebut masih dalam penanganan intensif tim medis.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal