Pekan Olahraga Perempuan Fatayat NU Kembali Digelar
Pembudayaan olahraga tradisional menjadi ciri ajang POP. Anggia pun mengajak peserta dan seluruh masyarakat untuk "nguri-nguri" (menjaga dan melestarikan) olahraga tradisional yang merupakan produk asli Indonesia. "Seperti mengenang masa kecil dulu, ketika main sodor dan menang rasanya bangga sekali. Nah, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan ini?" ujarnya.
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengapresiasi gelaran ini. Kegiatan semacam ini perlu ditindaklanjuti terutama untuk olahraga tradisional. Dia berharap tahun-tahun berikutnya ada cabor-cabor lain yang bisa di tampilkan.
"Jadi ada lima prinsip olahraga yang mudah sekali untuk diingat, yaitu 5M (murah, meriah, manfaat, mudah, massal) dan ini ajang olahraga perempuan pertama yang berbasis organisasi, ini luar biasa" kata dia.
Sebagai informasi, gelaran POP region Jatim ini diikuti oleh sedikitnya 31 organisasi perempuan dan klub dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Tiga cabor dipertandingkan yaitu bola voli, bulu tangkis, dan gobak sodor. Dengan total keseluruhan peserta mencapai 320 orang dengan klasifikasi cabor bola voli 16 tim, bulutangkis 15 tim dan gobak sodor 16 tim.
Editor: Zen Teguh