PDIP Diminta Tak Cari Kambing Hitam atas Foto Pria Mirip Anas
Hal sama ditegaskan Ketua Presidium Sahabat Khofifah, Ali Azhar. “Terlalu mahal ongkos yang harus dia bayar. Kau yang memulai, orang lain kau suruh mengakui. Jahat sekali,” ujarnya.
Menurut salah seorang pengusaha properti tersebut, mungkin tidak semua orang mampu memahami dengan baik mengenai modus politik dengan mengorbankan calon untuk menarik simpati publik “Tetapi, saya yakin, tidak terlalu sulit bagi politisi santri untuk mengendus apa sesungguhnya yang terjadi,” katanya.
Pascakabar mundurnya Anas dan beredarnya foto-foto tak pantas pria mirip Anas, Hasto sebelumnya memberi keterangan kepada publik. Hasto mengatakan, foto sengaja disebar oleh lawan politik untuk menghadang Anas di Pilgub Jatim. Hasto mengingatkan, dalam alam politik kekuasaan ‘menang-menangan’ yang sering diterapkan 'pihak sana', pihak yang memuja kekuasaan, melupakan etika dan moral. Bahkan, lanjut dia, ada kecenderungan untuk menghalalkan segala cara.
Menurut dia, pasangan calon yang telah dipilih partainya memiliki potensi menang. "Tentu saja secara sengaja dan sistematis dicoba diturunkan elektabilitasnya. Isu yang sering dipakai adalah masalah moral, melalui rekayasa pelanggaran moral, isu korupsi, dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya," tuturnya.
Meski tidak menyebut secara spesifik, tudingan 'pihak sana' yang disebut Hasto itu dinilai menjurus kepada kubu Khofifah-Emil. Sebab, sampai saat ini hanya ada dua pasangan di Pilgub Jatim, yakni Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Anas.
Sementara Azwar Anas yang dikonfirmasi menilai ada proses pembunuhan karakter dalam pencalonannya sebagai bakal calon wakil gubernur pada Pilgub Jatim. Anas bahkan mengakui ada teror yang kerap menimpa dia dan keluarganya.
Editor: Maria Christina