Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mensos Kirim Tim ke Lokasi Gempa Palu, Data dan Salurkan Bantuan Logistik
Advertisement . Scroll to see content

PDIP Diminta Tak Cari Kambing Hitam atas Foto Pria Mirip Anas

Sabtu, 06 Januari 2018 - 11:28:00 WIB
PDIP Diminta Tak Cari Kambing Hitam atas Foto Pria Mirip Anas
Abdullah Azwar Anas. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Tudingan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto bahwa ada upaya kriminalisasi terhadap Abdullah Azwar Anas melalui foto-foto tak senonoh membuat para pendukung Khofifah-Emil gerah. Apalagi, tudingan itu dialamatkan kepada lawan politik Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Anas di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.  

Korda Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (Jarmunu) Surabaya, Erwanto, menilai tudingan Hasto tidak berdasar dan mengada-ada. Padahal bisa jadi foto itu bagian dari strategi untuk meraih simpati. Caranya dengan memosisikan Anas sebagai orang terzalimi.  

“Jika memang Hasto malu dengan fakta yang terjadi pada calonnya, ya diganti saja. Jangan malah mencari kambing hitam. Bukankah masih banyak kader potensial di PDIP yang bisa diusung untuk mendampingi Saifullah Yusuf. Atau, jika memang harus dilanjut karena alasan mepetnya waktu pendaftaran, ya lanjut tanpa harus mencari kambing hitam atas fakta hitam yang terjadi pada dirinya sendiri,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/1/2018).

Menurut Erwanto, sudah bukan zamannya lagi menggunakan modus politik terzalimi dengan mengorbankan calon dengan risiko tinggi, lalu menuding ‘pihak sana’ demi upaya mendongkrak elektabilitas. Bisa-bisa publik malah tidak simpati karena sudah kenyang dengan modus politik seperti itu. “Jangan demi mendapatkan simpati publik, lalu berharap terbentuk persepsi politik sebagai korban. Ah, itu mah old banget,” tandasnya.

Erwanto menambahkan, siapapun lawan yang akan dihadapi di Pilgub Jatim 2018, kubu Khofifah-Emil sangat terbuka untuk berkompetisi dengan cara beradab. “Karena kami ingin politik Jatim tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keadaban yang selama ini lestari di kaum Nahdliyin,” katanya.

Hal sama ditegaskan Ketua Presidium Sahabat Khofifah, Ali Azhar. “Terlalu mahal ongkos yang harus dia bayar. Kau yang memulai, orang lain kau suruh mengakui. Jahat sekali,” ujarnya.

Menurut salah seorang pengusaha properti tersebut, mungkin tidak semua orang mampu memahami dengan baik mengenai modus politik dengan mengorbankan calon untuk menarik simpati publik “Tetapi, saya yakin, tidak terlalu sulit bagi politisi santri untuk mengendus apa sesungguhnya yang terjadi,” katanya.


Pascakabar mundurnya Anas dan beredarnya foto-foto tak pantas pria mirip Anas, Hasto sebelumnya memberi keterangan kepada publik. Hasto mengatakan, foto sengaja disebar oleh lawan politik untuk menghadang Anas di Pilgub Jatim. Hasto mengingatkan, dalam alam politik kekuasaan ‘menang-menangan’ yang sering diterapkan 'pihak sana', pihak yang memuja kekuasaan, melupakan etika dan moral. Bahkan, lanjut dia, ada kecenderungan untuk menghalalkan segala cara.

Menurut dia, pasangan calon yang telah dipilih partainya memiliki potensi menang. "Tentu saja secara sengaja dan sistematis dicoba diturunkan elektabilitasnya. Isu yang sering dipakai adalah masalah moral, melalui rekayasa pelanggaran moral, isu korupsi, dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya," tuturnya.

Meski tidak menyebut secara spesifik, tudingan 'pihak sana' yang disebut Hasto itu dinilai menjurus kepada kubu Khofifah-Emil. Sebab, sampai saat ini hanya ada dua pasangan di Pilgub Jatim, yakni Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Anas.

Sementara Azwar Anas yang dikonfirmasi menilai ada proses pembunuhan karakter dalam pencalonannya sebagai bakal calon wakil gubernur pada Pilgub Jatim. Anas bahkan mengakui ada teror yang kerap menimpa dia dan keluarganya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut