Pasien Katarak di RSBS Jember 'Bayar' Biaya Operasi Pakai Bacaan Ayat-Ayat Al-Qur'an

Bagi ayah dua anak tersebut, membaca kitab suci bukan sekadar “pengganti upah”, tapi bentuk keikhlasan pasien dan keluarga dalam mendoakan tim medis dan pegawai RSBS yang tengah bekerja.
Dia berharap, lantunan ayat kitab suci itu dapat menjadi jalan keberkahan untuk meraih rida Tuhan. “Semoga berkah untuk semuanya. Dan Allah rida dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada di sini,” ucapnya.
Selain Wardi, ada ratusan pasien lain yang penglihatannya juga kembali seperti semula. Kini, mereka bisa mengaji lagi, membaca, bahkan bekerja seperti sediakala.
“Saya sudah setahun tak bisa membantu suami bekerja karena penglihatan kabur. Biasanya saya membantu mencari rumput dan ngasak (mengumpulkan sisa-sisa panen di sawah),” ucap Satuni, warga Dusun Glundengan, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuluhan, Jember.
Perempuan dengan enam anak dan 11 cucu ini mengaku bahagia karena dirinya mendapat pengobatan cuma-cuma. Ia merasa terharu karena di tengah kesulitan hidup, ternyata masih ada yang peduli kepadanya. Ia pun berharap bisa bertemu dengan pemilik RSBS Jember yang telah ia kenal namanya: Dokter Faida.