Pasien Isoman Harus Konsumsi Vitamin dan Obat, Ini Saran Epidemiolog Unair
Laura menambahkan, bantuan obat-obatan dan vitamin terbagi menjadi dua paket yang berbeda. Untuk pasien tanpa gejala mendapatkan paket yang berisi berbagai macam vitamin seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan Zinc. Sedangkan pasien dengan gejala ringan akan mendapatkan paket vitamin ditambah obat-obatan seperti Azitromisin, Oseltamivir, dan Parasetamol.
Dia menambahkan, vitamin yang diberikan tersebut berguna untuk mendorong sistem imun dalam tubuh agar mampu melawan virus Covid-19. Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa obat-obatan tersebut bukan obat spesifik untuk Covid-19 atau antivirus SARS-CoV-2, melainkan untuk membantu meredakan gejala yang muncul karena terpapar Covid-19. Obat tersebut sifatnya terapi suportif.
Selain program gratis dari Kemenkes, masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19 juga dapat melapor kepada pihak puskesmas. Biasanya, puskesmas akan meminta bukti pemeriksaan COVID-19 kemudian puskesmas melakukan peresepan dan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan.
"Kalau program dari Kemenkes memang memanfaatkan teknologi. Jika terdapat masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan gadget maka bisa menghubungi puskesmas terdekat," ucapnya.
Menurut Laura, ada beberapa lingkup rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW) juga dapat diberikan pasokan vitamin dan obat-obatan untuk meringankan beban kerja puskesmas. Sehingga, selain memberikan bantuan makanan, pihak RT dan RW juga memberikan support berupa vitamin kepada warganya yang melakukan isoman.