Pasien Covid-19 di RS Lapangan Indrapura Surabaya Tinggal 1 Orang
"Alhamdulillah, artinya kemungkinan tidak ada mutasi. Terpenting, ke depan tetap jalankan protokol kesehatan di mana pun berada," katanya.
Nevy memastikan, RSLI Surabaya tetap beraktivitas seperti biasa dengan membenahi segala kegiatan dan melakukan evaluasi. Mengingat, jumlah pasien pernah mencapai lebih dari 10.000 orang.
"Perawat, dokter, hingga administrasi akan kembali lagi me-refresh keilmuan, sebagai langkah peningkatan kapasitas sekaligus bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapai perkembangan dan tantangan ke depan," ujar dokter spesialis paru itu.
Perwakilan perawat RSLI Surabaya, Oktavianus Kopong Miten memastikan, kondisi seluruh fasilitas yang tersedia tetap terjaga. Dia menyatakan, pihaknya melakukan pembenahan apabila ditemui beberapa kekurangan dan kerusakan sesuai prosedur dan ketentuan rumah sakit.
"Kami melakukan pembersihan secara keseluruhan, dekontaminasi, sterilisasi, dan pengaturan aset-aset di dalam, termasuk penataan dan pengaturan nomor bed, juga inspeksi dan perbaikan saran prasarana," tuturnya.
Sebab, menurutnya kondisi longgar pasien ini justru memberikan kesempatan bagi RSLI Surabaya untuk memeriksa semua fasilitas yang tersedia. Maka dari itu, para perawat terus memonitoring dan memastikan bahwa semua dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Sementara itu, pasien terakhir di RSLI Surabaya berinisial WNP mengaku senang meski sendirian. Sebab, saat ini kondisinya makib membaik dan segera bisa pulang. "Semoga hari ini bisa pulang. Saya sudah di-swab PCR. Semoga hasilnya negatif," katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin