Pakar Epidemiologi Sebut Sekolah Tatap Muka di Jatim Belum Tepat
SURABAYA, iNews.id – Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) dr Windhu Purnomo menilai sekolah tatap muka untuk SMA sederajat di Jawa Timur (Jatim) tidak tepat dan terburu-buru. Pasalnya, zona kuning Covid-19 di daerah masih bersifat dinamis.
Windhu mengatakan, situasi benar-benar aman jika daerah tersebut sudah berstatus zona hijau, itu pun harus berlangsung selama empat minggu berturut-turut. “Kalau sekarang kuning, besok bisa merah lagi. Yang hijau juga begitu, bisa berubah menjadi kuning,” katanya, Selasa (18/8/2020).
Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu Kota Madiun sempat berstatus zona hijau Covid-19. Namun, hanya salam waktu seminggu berubah lagi menjadi zona kuning. Kondisi inilah yang menurutnya harus diwaspadai.
Karena itu, memaksakan sekolah tatap muka pada situasi seperti dinilai tidak tepat dan terlalu berisiko. Dia khawatir akan muncul klaster baru di sekolah akibat kebijakan tersebut. “Kalau kita nekat buka, yang jadi korban anak-anak. Sabarlah,” ujarnya.
Windhu mengatakan, bila memang sekolah tatap muka mendesak dilakukan, perlu ada kajian dan musyawarah terlebih dahulu. Kajian tersebut melibatkan berbagai pakar, lembaga sekolah dan orang tua siswa.