Nyono Suharli, dari Kepala Desa, Bupati hingga KPK
SURABAYA, iNews.id - Penangkapan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagetkan banyak pihak. Tak terkecuali masyarakat Jombang. Ini karena Politisi Golkar ini tengah mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang untuk kali kedua pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Juni mendatang.
Berbagai spekulasi muncul atas penangkapan Ketua DPD Golkar Jatim ini. Salah satunya, indikasi ada permainan politik jelang pilkada. Sebagaimana data di Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pilkada kali ini, Nyono berpasangan dengan politisi PKB Subaidi Mukhtar. Kendati demikian, tak sedikit pula yang menganggap bahwa OTT KPK murni karena persoalan tindak pidana korupsi.
“Kaget juga dengar kabar Pak Nyono kena OTT KPK. Ya mudah-mudahan tidak ada apa-apa. Situasi politik tetap kondusif dan masyatakat tenang,” kata tokoh pemuda Jombang M Irvan, Sabtu (3/2/2018).
Di mata masyarakat Jombang, sosok Nyono memang terkenal baik. Sebab, selama menapaki karier politik, bisa dikatakan Nyono tidak pernah tersandung masalah. Lebih dari itu, warga juga memandang bahwa Nyono adalah contoh politisi sukses, kendati bermula dari bawah.
Jauh sebelum menjadi bupati, Nyono hanyalah seorang kepala desa (kades). Dia menjadi kades di Desa Spanyul, Kecamatan Gudo. Sukses menjadi kades, Nyono akhirnya meniti karier politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jombang dari Partai Golkar pada tahun 2004.