Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kembali Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Banjarnegara 12 Orang 16 Belum Ditemukan
Advertisement . Scroll to see content

Nostalgia Rusia-Ukraina, Pernah Bersama Buat Adolf Hitler Kehilangan Muka

Senin, 28 Februari 2022 - 13:34:00 WIB
Nostalgia Rusia-Ukraina, Pernah Bersama Buat Adolf Hitler Kehilangan Muka
Kementerian Kesehatan Ukraina melaporkan data sementara korban invasi Rusia pada Minggu (27/2/2022) sebanyak 352 warga sipil tewas. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Hitler kaget. Orang-orang Rusia ternyata masih mengobarkan perlawanan. Bersama orang-orang Ukraina, bahu-membahu menahan laju tentara Jerman yang berusaha menguasai Moskwa. Bahkan kaum buruh juga dikerahkan.

Bala bantuan yang datang dari Siberia membuat perlawanan tentara Rusia makin menghebat. Di sisi lain, tentara Jerman mulai kelelahan. Musim dingin Rusia dan tanda-tanda bantuan pakaian hangat tidak segera datang, membuat tentara Jerman makin sengsara.

Di saat yang sama lumpur Rasputitza yang membenamkan artileri berat, membuat posisi tentara Jerman makin terjepit.
"Dan seolah-olah ini belum cukup, datang pula suatu surprise lain: tank Rusia T-34 muncul untuk pertama kali di medan pertempuran di Vyasma, dekat Moskwa”, tulis P.K Ojong dalam “Perang Eropa Jilid I".   

Meriam anti tank milik tentara Jerman tak sanggup menjinakkan keganasan T-34 Rusia. Kualitas tank Rusia itu melebihi dugaan Hitler. T-34 menimbulkan teror di antara pasukan infanteri Jerman.

Nazi Jerman panik. Marsekal von Block mendadak diganti von Kluge. Adolf Hitler turun tangan sendiri menjadi panglima perang menggantikan posisi Marsekal Walter von Brauchitsch. Semua kekuasaan militer berada di tangannya.

Perintahnya yakni mempertahankan posisi dalam situasi apapun juga. Pasukan Jerman hanya bisa bertahan. Harapan Hitler melakukan Blitzkrieg (serangan kilat) dan meraih kemenangan di Rusia, akhirnya gagal.

Battle of Moscow berlangsung sampai April 1942. Adolf Hitler pertama kali menelan kekalahan dari Rusia seperti halnya nasib Napoleon.  

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut