Momen 1.300 Tentara KNIL Menyerah usai Jepang Bombardir Ladang Minyak Tarakan
Penghancuran ladang minyak di Tarakan membuat Belanda waspada. Dua perwira dikirim ke Balikpapan dengan pesan peringatan, bahwa Jepang akan membunuh semua prajurit dan warga sipil jika fasilitas minyak dikuasai dalam kondisi utuh.
Sehari itu juga, fasilitas pengeboran di Balikpapan dibakar. Pada 21 Januari 1942, armada Jepang berlayar dari Tarakan. Meski kapal dan pesawat Belanda-Amerika mencoba menghadang, pendaratan Jepang pada 23 Januari malam tak terbendung.
KNIL mundur ke pedalaman. Sebanyak 78 prajurit dan warga Eropa ditangkap Jepang, lalu dibunuh.
Pada 14 Februari 1942, 600 tentara komando KNIL mendarat di salah satu lapangan udara Palembang. Mereka berhasil merebutnya dari Jepang tanpa kerusakan.
Pasukan Jawa dalam KNIL sempat memukul mundur Jepang dari kilang minyak. Namun, pasukan infanteri Jepang datang lewat Sungai Musi, memaksa KNIL mundur sambil membakar fasilitas pengeboran.
Serangan Jepang ke Tarakan, Balikpapan, dan Palembang menjadi tragedi besar bagi Hindia Belanda. Ladang minyak hancur, ratusan prajurit gugur, dan kekuatan kolonial Belanda di Indonesia semakin runtuh di awal pendudukan Jepang.
Editor: Donald Karouw