Migrant Care Dorong Forum KTT ASEAN Hasilkan Peta Jalan Perlindungan bagi Pekerja Migran
“Sehingga kami tidak bisa fight. Belum lagi problem pekerja undokumen. Mereka ini sebenarnya adalah korban agensi. Sebagian juga ada yang kabur akibat menjadi korban kekerasan majikan dan pelecehan,” ujarnya.
Selain menyampaikan berbagai persoalan, masing-masing eks pekerja migran yang bersuara, juga menyampaikan unek-uneknya kepada pemerintah. Mereka berharap, ada perbaikan perlindungan yang berimbas terhadap meningkatnya kesejahteraan. Sejak sebelum pemberangkatan, saat penempatan dan bekerja di negara tujuan, sampai kembali ke kampung halaman.
Project Officer Migrant Care Jember Bambang Teguh Karyanto menjelaskan, inisiatif menjaring suara akar rumput pekerja migran ini agar menjadi catatan yang akan dibawa pada September nanti di puncak pertemuan pimpinan negara ASEAN. Misalnya, soal pemenuhan hak asasi manusia pekerja migran, masih adanya kekerasan, hingga jaminan ketenagakerjaan dan tata kelola migrasi yang masih jauh dari harapan.
“Kenapa itu penting? Karena Indonesia dan ASEAN khususnya, memiliki kesepakatan dan kesepahaman antarpimpinan negara, tapi seringkali implementasinya masih jauh dari harapan. Makanya, harus terus kita dorong,” pungkasnya.
Editor: Mahrus Sholih